Lomba Menulis untuk Santri “Adib GJA Award; Santri sebagai Sumber Integrasi Keilmuan” (DL: 31 Desember 2012)

Peradaban Islam pada abad pertengahan dikenal maju karena didalamnya tumbuh subur para ilmuwan Muslim yang memiliki basis agama yang kuat sekaligus mahir dalam bidang ilmu-ilmu umum lainnya. Pada era inilah peradaban Barat yang sekarang ini mendominasi segala penemuan dalam bidang science dan teknologi berguru kepada para ilmuan Islam. Bahasa Arab pada saat itu dikenal sebagai bahasa pengantar academik yang wajib dikuasi bagi siapa saja yang ingin mengusai ilmu-ilmu pengetahun, atau disebut sebagai lingua franca  ( global language). Dalam konteks ini pesantren dengan para santrinya sangatlah potensial untuk didorong agar kembali merenungkan serta menyambung kembali benang merah peradaban yang dulu pernah diraih umat Islam. 

Dengan mengambil tema “santri sebagai sumber integrasi keilmuan”, diharapkan ikhitiyar pribadi sebagai bagian dari alumni pesantren, saya berharap lomba menulis ini akan mampu mempertajam sekaligus memotivasi para Santri– baik yang murni hanya belajar  ilmu-ilmu agama di pesantren sering disebut santri salaf dan para santri yang mondok sekaligus belajar ilmu-ilmu umum lainnya, baik di MTS ataupun Madrasah Aliyah—untuk memiliki budaya tradisi tulis-menulis untuk selanjutnya berbagi ilmu sesuai dengan kompetensi dan konteks zamannya.

Peserta dan Aturan Penulisan

Untuk tahap pertama ini saya ingin mengajak para santri di lingkungan Pondok Pesantren di Luwungragi-Brebes dengan tidak dibatasi jenis-jenis tulisan. Ia bisa merupakan resensi (terjemahan) dari sebuah kitab klasik dan kemudian dikaitkan dengan kondisi kekinian atau refleksi para santri terhadap cita-cita dan kontribusinya di masa yang akan datang. Berikut ini adalah rambu-rambu dalam penulisan yang juga bisa dijadikan acuan. Beberapa contoh tulisan bebas saya seperti kolom santri dan kyai atau integrasi ilmu, dan lain sebagainya di http://adib-gja.com;

Panjang tulisan tidak dibatasi minimal 2-3 halaman atau sekitar 1500 kata.

Tulisan sendiri dan belum pernah dipublikasikan di Mading pondok Pesantren sebelumnya.

Tulisan yang sudah masuk ke penilai, tidak bisa diminta kembali.

Tulisan bisa dikirimkan ke Ustadz Ali Fikri, M.Si atau melalui emailabdushomad@gmail.com

Bagi tulisan yang dianggap bagus (juara) akan diberikan hadiah dan dimuat dalam web site di http://adib-gja.com

Jangan lupa menuliskan detail CV serta asal-usul pesantren dan pengasuhnya. Akan ada standard penilaian yang berbeda bagi santri sesuai dengan tingkat dan kelas MTS, MA dan yang hanya nyantri di ponpes.

Hasil putusan terkait juara merupakan hak prerogratif dari saya selaku penggagas yang tidak dapat diganggu gugat.

Hadiah sebagai bentuk penghargaan

Sebagai apresiasi terhadap tulisan-tulisan para santri, maka akan diberikan hadiah sebagai berikut

  • Juara pertama : Rp.  800.000,00 (Delapan ratus ribu rupiah)
  • Juara Kedua   : Rp.  500.000,00 (Lima ratus ribu rupiah)
  • Juara Ketiga  : Rp.  300.000,00 (Tiga ratus ribu rupiah)

Selain ketiga juara tersebut akan ada juara-juara harapan Satu dan Dua. Juara Harapan Satu akan diberikan uang pembinaan sebesar Rp. 150.000, 00 (seratus lima pulu ribu rupiah). Sedangkan Juara Harapan kedua akan diberikan uang saku sebesar Rp. 100.000, 00 (seratus ribu rupiah) dan  tulisannya juga kemungkinan akan dimuat di website ini.

Deadline atau batas terakhir penulisan dan contact person

Lomba ini merupakan ijtihad saya pribadi yang terinspirasi dari pengalaman selama studi di luar negeri dimana saya melihat  potensi para santri yang sesungguhnya luar biasa dalam ikut mempromosikan Islam rahmatan lil alamindengan tidak melupakan manhaj aswaja (ahlu sunnah wal jamaah). Untuk itu pengiriman naskah tulisan akan dibatasi sampai pada akhir Desember 2012 dan diumumkan pemenangnya 15 January 2013. Untuk keterangan lebih detail silahkan kontak ke Ustd. Ali Fikri (08156937002).  Saya tidak akan menerima dan memberikan jawaban-jawaban pertanyaan terkait lomba ini  melalui email,hanya akan menerima data tulisan yang sudah terkumpulkan oleh Ustd. Ali Fikri atau langsung  dikirim melalui email ke saya.

Tehnis pengumuman Juara

Sang juara akan kembali diumumkan lewat kertas pengumuman di mading masing-masing pondok atau di sekolah MTS dan MA di Luwungragi atau bisa dilihat di web site http://adib-gja.com dan hadiah akan diserahkan oleh Ust. Ali Fikri, S.Kom, M.Si beserta sertifikasi penghargaan.

Penutup dan bahan refleksi

Demikian semoga langkah kecil ini ada manfaat dan memberikan motivasi para santri untuk selalu giat dan mengamalkan ilmunya. Terlebih di era sekarang ini dimana banyak sekali jenis pesantren yang membawa ajaran yang terkadang justru merusak nama harum Pesantren. Pesantren dan santrinya juga diharapakan mampu berkontribusi memberikan pemikiran dan pencerahan ilmu-ilmu keIslamannya. Dewasa ini ketika sebagian memiliki waktu sedikit untuk belajar agama ditambah lagi dengan begitu mudahnya akses internet,  ternyata banyak orang yang meminta fatwa keIsalaman atau belajar agama dari “kyai Google” dimana sebagian produk-produk pemikirannya terkadang justru menebar kebencian sesama Muslim.

Disinilah tulisan santri sangat ditunggu-tunggu, karena  pemikirannya adalah hasil dari bahtsul massail kitab-kitab yang bersumber dari al-Qur’an dan al-Hadith serta disesuaikan dengan problematika era sekarang ini. Dengan semakin banyaknya tulisan para santri di dunia maya, maka setidaknya akan mampu memberikan perimbangan dan mengarahkan orang agar mendapatkan jawaban dari sang ahlinya plus meminimalisir persepsi negatif tentang pesantren selama ini yang masih sering terjadi. Satu hal fenomena menarik untuk dicermati adalah tumbuh suburnya orang-orang  yang bukan ahli agama (tidak kuat memiliki tradisi ilmu-ilmu keagamaan) yang berani memberikan fatwa keagamaan baik via internet atau pengajian dalam masalah-masalah tertentu. Karena kurang komprhensifnya dalam masalah ilmu-ilmu keIslaman, terkadang apa yang menjadi mudah sekali jatuh untuk mengkafirkan dan membid’ahkan sesama Muslim terkait hal-hal yang sifatnya ikhtilaf dan furu’iyyah. Untuk itu,  santri ke depan diharapkan mampu menjadi duta atau ambassador yang dapat merangkul umat Islam dengan berbagai perbedaan ijithadnya ke dalam satu platform yakni  integrasi keilmuan menuju kejayaan tumbuhnya peradaban Islam.

ttd

H.M. Adib Abdushomad, GJA, M.Ag, M.Ed

Sumber: adib-gja.com 

Tags: artikel